Jakarta - Harga PS5 di Indonesia resmi naik per hari ini, Jumat, 1 Mei 2026. Sekarang harganya menjadi semakin mahal, dengan kenaikan lebih dari Rp 1 juta di masing-masing jenis konsol next-gen ini.
Sebelumnya, per awal April 2026, harga PS5 Slim Digital Edition di Indonesia ialah Rp 8.199.000. Lalu harga PS5 Slim Disc Edition di Tanah Air dibanderol Rp 9.699.000.
Setelah dihitung, harga PS5 terbaru naik sekitar Rp 1,7 juta untuk Disc Edition, sedangkan Digital Edition bertambah Rp 1,8 juta. Sebelumnya, kenaikan ini memang telah diumumkan secara langsung oleh PlayStation pada 27 April 2026.
Harga PS5 Terbaru di Indonesia
Kenaikan harga ini tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga di lima negara ASEAN lainnya. Adapun sejumlah negara tetangga yang ikut terkena penyesuaian harga di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Pantauan detikINET dari sejumlah toko yang menjual PS5 di Tanah Air, Jumat (1/5/2026), beberapa sudah melakukan penyesuaian. Toko-toko yang dimaksud ialah Urban Republic, PSe Entriprise, dan Multi Game Shop. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak daftar harganya berikut.
Urban Republic: PS5 Slim Digital Edition (Rp 9.999.000) dan PS5 Slim Disc Edition (Rp 11.399.000)
Ps Enterprise: PS5 Slim Digital Edition (Rp 9.999.000) dan PS5 Slim Disc Edition (Rp 11.400.000)
Multi Game Shop: PS5 Slim Digital Edition (Rp 9.999.000) dan PS5 Slim Disc Edition (Rp 11.399.000)
Sementara untuk harga PS5 terbaru yang telah disesuaikan oleh PlayStation di negara-negara ASEAN lainnya adalah sebagai berikut.
Singapura: PS5 (SGD 849), PS5 Digital Edition (SGD 764), dan PS5 Pro (SGD 1.167)
Malaysia: PS5 (MYR 2.799), PS5 Digital Edition (MYR 2.499), dan PS5 Pro (MYR 3.999)
Thailand: PS5 (THB 20.990), PS5 Digital Edition (THB 18.790), dan PS5 Pro (THB 30.990)
Filipina: PS5 (PHP 40.032 )
Vietnam: PS5 (VND 16.900.000)
Demikian harga PS5 terbaru di Indonesia pada Mei 2026. Semoga bisa menjadi referensi bagi gamer yang berniat ingin membeli platform gaming kepunyaan Sony ini.
Alasan Harga PS5 Naik
PlayStation menyampaikan, kenaikan harga ini didorong oleh tekanan ekonomi global. Meski begitu, mereka sebenarnya menyadari bahwa perubahan yang terjadi akan mempengaruhi komunitasnya, tetapi menurutnya tetap harus dilakukan.
"Dan setelah evaluasi yang cermat, kami menemukan bahwa ini adalah langkah yang diperlukan untuk memastikan kami dapat terus memberikan pengalaman bermain game yang inovatif dan berkualitas tinggi kepada para pemain di seluruh dunia," tulis Wakil Presiden, Pemasaran Global, Sony Interactive Entertainment, Isabelle Tomatis, dalam keterangan resminya (27/4).